Rabu, 16 November 2011

Asumsi, Postulat dan Hipotesis


BAB I

PENDAHULUAN

 

Pada hakekatnya penelitian diawali dari hasrat keingintahuan peneliti yang dinyatakan dalam bentuk pertanyaan atau permasalahan. Setiap pertanyaan atau per-masalahan  tersebut perlu jawaban atau pemecahan. Dari jawaban dan pemecahan  tersebut peneliti memperoleh pengetahuan yang benar mengenai suatu masalah. Pengetahuan yang benar adalah yang dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Untuk memperolehnya harus mengikuti kaidah-kaidah dan menurut cara-cara bekerjanya akal yang disebut logika, dan dalam pelaksanaannya diwujudkan melalui penalaran.. Pengetahuan yang benar tersebut disebut juga pengetahuan ilmiah atau ilmu. Dengan demikian penelitian  ilmiah adalah suatu metode ilmiah untuk memperoleh pengetahuan menggunakan penalaran. Penalaran tersebut dilaksanakan melalui prosedur logika deduksi dan induksi. Dengan pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain untuk pengembangan pengetahuan dan teknologi, perencanaan pembangunan dan untuk pemecahan masalah-masalah dalam kehidupan manusia.
 Penelitian atau research berasal dari kata re dan  to search yang berarti mencari kembali yang menunjukkan adanya proses berbentuk siklus bersusun yang selalu berkesinambungan.. Penelitian dimulai dari hasrat keingintahuan dan permasalahan, dilanjutkan dengan pengkajian landasan teoritis yang terdapat dalam kepustakaan untuk mendapatkan jawaban sementara atau hipotesis. Selanjutnya direncanakan dan dilakukan pengumpulan data untuk menguji hipotesis yang akan diperoleh kesimpulan dan jawaban permasalahan. Dalam proses pemecahan masalah dan dari jawaban permasalahan tersebut akan timbul permasalahan baru,  sehingga akan terjadi siklus secara berkesinambungan.
Untuk lebih jelasnya kami akan mengupas pada bab berikutnya

    

BAB II

ASUMSI, POSTULAT, DAN HIPOTESIS

 

A.      Asumsi

Asumsi dalam konteks penelitian diartikan sebagai anggapan dasar, yaitu  suatu pernyataan atau sesuatau yang diakui kebenarannya atau dianggap benar tanpa harus dibuktikan lebih dahulu.[1] Asumsi konseptual berakar pada pengakuan akan kebenaran suatu konsep atau teori.

Asumsi Penelitian (jika diperlukan)

Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berfikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. Misalnya, peneliti mengajukan asumsi bahwa sikap seseorang dapat diukur dengan menggunakan skala sikap. Dalam hal ini ia tidak perlu membuktikan kebenaran hal yang diasumsikannya itu, tetapi dapat langsung memanfaatkan hasil pengukuran sikap yang diperolehnya. Asumsi dapat bersifat substantif atau metodologis. Asumsi substantif berhubungan dengan permasalahan penelitian, sedangkan asumsi metodologis berkenaan dengan metodologi penelitian.

Asumsi dasar Penelitian
1.    fenomena di alam semesta terikat oleh aturan/hukumdan berada dalam keteraturan tidak kacau (chaos)
2.    manusia mempunyai kemampuan untuk mengikuti aturan dan keteraturan
3.    setiap fenomena (subsansti, kondidi dan proses) ada sebab akibatnya bukan terjadi secara kebetulan.
4.    Pengetahuan ilmiah hanya mampu menggambarkan yg terjadi secara nyata, apabila pengetahuan itu bersifat empirik (berdasar fakta)

B.       POSTULAT

Ada beberapa asumsi tentang postulat ini, diantaranya :

Ø Postulat adalah pernyataan yang diterima tanpa pembuktian dan dapat digunakan sebagai premis pada deduksi.
Ø Ada yang menyamakan postulat dengan aksioma sehingga mereka dapat dipertukarkan.
Ø Ada yang berpendapat bahwa ada harapan bahwa pada suatu saat postulat dapat dibuktikan.

Contoh Postulat Geometri :
Dengan mistar dan jangka,
       dapat dilukis garis lurus dari suatu titik ke titik lain
       dapat dihasilkan garis lurus terhingga dengan sebarang panjang
       dapat dilukis lingkaran dengan sebarang titik sebagai pusat dan jari-jari sebarang panjang
Sehubungan dengan penyusunan hipotesis . Deobold B. Van Dallen mengemukakan postulat-postulat yang diturunkan dari dua jenis asumsi, yaitu postulat-postulat yang disusun berdasarkan asumsi alam, dan postulat-postulat berdasarkan asumsi proses psikologis. Postulat-postulat yang bersumber dari kenyataan-kenyataan alam adalah:[2]

1.    Postulat Jenis (Natural Kinds)
Ada kemiripan di antara obyek-obyek individual tertentu ang memungkinkan mereka untuk dikelompokkan ke dalam satu kelas tertentu. Ada kelompok orang berkulit putih, ada kelompok orang yang berkuli hitam, dan ada kelompok orang yang berkulit warna lain. Ada juga kelompok binatang melata, kelompok binatang berkaki empat, kelompok binatang berkaki duan, dn sebagainya. Dengan postulat ini kita dapat menyusun hipotesis terhadap obyek pengamatan tertentu, apakah ia termasuk dalam kelompok x atau y.
2.    Postulat Keajekan ( Constancy)
Di alam ini ada hal-hal yang menurut pengamatan kita selalu berulang dengan pola yang sama. Misalnya, pada waktu-waktu yang lalu kita menyaksikan bahwa matahari selalu terbit di sebelah timur dan terbenam di sebelah barat. Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman ini kita mempunyai alas an untuk menuga bahwa besok matahari terbit di sebelah timur.
3.    Postulat Determinisme
Suatu kejadian tidak terjadi secara kebetulan, tetapi ada penyebabnya. Sebuah benda jatuh ke bawah kalau dilepaskan dari suatu ketinggian karena ia ditarik oleh gravitasi bumi. Gunung meletus bukanlah suatu kebetulan, tetapi merupakan akibat dari suatu proses geologis yang bekerja di dalam bumi. Demikian juga kecelakaan lalu lintas di jalan raya tidak terjadi secara kebetulan.  Ada postulat sebab akibat yang menyatakan bahwa suatu peristiwa terjadi karena sesuatu atau beberapa sebab. Postulat ini dipakai untuk menyusun suatu hipotesis untuk menerangkan peristiwa tertentu.

C.      HIPOTESIS

1.    Pengertian Hipotesis[3]
Hipotesis berasal dari kata hipo dan tesis, hipo artinya bawah , dan tesis artinya jawaban, jadi hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian.
Hipotesis adalah pernyataan tentative yang merupakan dugaan mengenai apa saja yang sedang kita amati dalam usaha untuk memahaminya  atau jawaban sementara terhadap masalah penelitian, yang kebenarannya harus diuji secara empiris.
2.    Sumber Hipotesis[4]
a.    pengalaman , pengamatan, dan dugaan peneliti sendiri
b.    hasil dari penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya
c.    teori-teori yang sudah terbentuk

3.    Kegunaan Hipotesis[5]
Di dalam melakukan penelitian, Hipotesis sangat diperlukan diantaranya untuk :
a.    Memberikan batasan jangkauan dan kerja penelitian
b.    Mensiagakan peneliti pada kondisi fakta dan antar fakta
c.    Sebagai alat sederhana dalam memfokuskan fakta
d.   Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta


Menurut Ary Donald hipotesis memiliki fungsi sebagai berikut:
1)      Memberi penjelasan tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang,
2)      Mengemukakan pertanyaan tentang hubungan dua konsep yang secar langsung dapat diuji dalam penelitian,
3)      Memberi arah pada penelitian,
4)      Memberi kerangka pada penyusunan kesimpulan penelitian.

4.    Bentuk Hipotesis[6]
Dalam penelitian terdapat beberapa bentuk hipotesis, diantaranya :
a.    Hipotesis penelitian / kerja: Hipotesis penelitian merupakan anggapan dasar peneliti terhadap suatu masalah yang sedang dikaji. Dalam Hipotesis ini peneliti mengaggap benar Hipotesisnya yang kemudian akan dibuktikan secara empiris melalui pengujian Hipotesis dengan mempergunakan data yang diperolehnya selama melakukan penelitian. Misalnya: Ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang stress.
b.    Hipotesis operasional: Hipotesis operasional merupakan Hipotesis yang bersifat obyektif. Artinya peneliti merumuskan Hipotesis tidak semata-mata berdasarkan anggapan dasarnya, tetapi  juga berdasarkan obyektifitasnya, bahwa Hipotesis penelitian yang dibuat belum tentu benar setelah diuji dengan menggunakan data yang ada. Untuk itu peneliti memerlukan Hipotesis pembanding yang bersifat obyektif dan netral atau secara teknis disebut Hipotesis nol (H0). H0 digunakan untuk memberikan keseimbangan pada Hipotesis penelitian karena peneliti meyakini dalam pengujian nanti benar atau salahnya Hipotesis penelitian tergantung dari bukti-bukti yang diperolehnya selama melakukan penelitian. Contoh: H0: Tidak ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang stres.
c.    Hipotesis statistik: Hipotesis statistik merupakan jenis Hipotesis yang dirumuskan dalam bentuk notasi statistik. Hipotesis ini dirumuskan berdasarkan pengamatan peneliti terhadap populasi dalam bentuk angka-angka (kuantitatif). Misalnya: H0: r = 0; atau H0: p = 0
5.      Ciri-siri hipotesis yang baik[7]
Hipotesis penelitian tidak saja harus jelas urusannya, tetapi yang lebih penting adalah makna yang terkandung dari variable yang terdapat dalam hipotesis tersebut. Ciri-ciri hipotesisi yang baik adalah :
a.       Hipotesis harus mempunyai kekuatan menjelaskan suatu gejala,
b.      Variable dalam hipotesis dinyatakan dalam kondisi tertentu,
c.       Hipotesis harus dapat diuji
d.      Hipotesis tidak bertentangan dengan teori yang sudah mapan







BAB III
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
Asumsi dalam konteks penelitian diartikan sebagai anggapan dasar, yaitu  suatu pernyataan atau sesuatau yang diakui kebenarannya atau dianggap benar tanpa harus dibuktikan lebih dahulu.

Ada beberapa asumsi tentang postulat ini, diantaranya :

Ø Postulat adalah pernyataan yang diterima tanpa pembuktian dan dapat digunakan sebagai premis pada deduksi.
Ø Ada yang menyamakan postulat dengan aksioma sehingga mereka dapat dipertukarkan.
Ø Ada yang berpendapat bahwa ada harapan bahwa pada suatu saat postulat dapat dibuktikan.
Hipotesis adalah pernyataan tentative yang merupakan dugaan mengenai apa saja yang sedang kita amati dalam usaha untuk memahaminya  atau jawaban sementara terhadap masalah penelitian, yang kebenarannya harus diuji secara empiris.
B.       SARAN
Demikianlah makalah yang pemakalah buat mudah-mudahan bias bermanfaat bagi yang membacanya,demi kesempurnaan makalah kami selanjutnya kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun.


[1]              Ibnu, S., Mukhadis, A dan Dasna, I.W. Dasar-dasar Metodologi Penelitian,( Malang : penebit universiyas negeru padang, 2003).,:
[2]              Walpole, R.E. Pengantar Statistika (Edisi ke-3) Jakarta : (Gramedia Pustaka Utama:. 1995)
[3]               Drs. Hadeli, MA, metode penelitian kependidikan, ( Padang : Baitul Hikmah press,2001 ) h.44
[4]               Drs. Hadeli, MA,  ibid
[5]               Walpole, R.E. Op. Cit
[6]               Walpole, R.E, Op. Cit
[7]               Drs. Hadeli, MA. Op. Cit

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar